Penguatan Moral Remaja Desa Bantal: Sosialisasi Bahaya Pergaulan Bebas Berbasis Nilai Islam
DOI:
https://doi.org/10.56742/jpm.v5i1.182Keywords:
Desa Bantal; Pengabdian Masyarakat; Pergaulan bebas; RemajaAbstract
Pergaulan bebas di kalangan remaja merupakan persoalan sosial yang semakin mengkhawatirkan, tidak hanya di wilayah perkotaan tetapi juga di daerah pedesaan. Fenomena ini dipengaruhi oleh derasnya arus globalisasi, kemajuan teknologi informasi, serta minimnya pemahaman remaja terhadap nilai-nilai moral dan agama. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat moral remaja Desa Bantal, Kecamatan Bancak, Kabupaten Semarang, melalui kegiatan sosialisasi bahaya pergaulan bebas berbasis nilai-nilai Islam. Metode yang digunakan adalah penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan diskusi interaktif, ceramah, pemutaran video edukatif, dan sharing pengalaman remaja. Kegiatan dilaksanakan pada 26 Juli 2025 dan diikuti oleh lebih dari 40 remaja. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sosialisasi berjalan dengan baik dan mendapat respons positif dari peserta. Remaja tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai bentuk dan dampak pergaulan bebas, seperti minuman beralkohol, perjudian, narkoba, tawuran, dan seks bebas, tetapi juga menunjukkan peningkatan kesadaran moral dan sikap kritis terhadap pergaulan mereka. Pendekatan berbasis nilai Islam terbukti efektif dalam menyentuh aspek kognitif, emosional, dan spiritual remaja. Dengan demikian, kegiatan ini memberikan kontribusi nyata dalam upaya preventif penguatan moral remaja dan diharapkan dapat menjadi model pengabdian masyarakat yang berkelanjutan di lingkungan pedesaan.





