Edukasi Pemanfaatan Ekstrak Bunga Telang dan Bunga Melati sebagai Biolarvisida untuk Mengurangi Kontak dengan Nyamuk Aedes aegypti
DOI:
https://doi.org/10.56742/jpm.v5i1.186Keywords:
Biolarvasida; Bunga Melati; Bunga Telang; Demam Berdarah; Pengendalian VektorAbstract
Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit endemis di Indonesia dengan insidensi yang terus meningkat. Upaya pengendalian vektor dengan insektisida kimia berisiko menimbulkan resistensi dan pencemaran lingkungan, sehingga diperlukan alternatif alami berbasis tumbuhan. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah memberikan edukasi tentang pemanfaatan kombinasi ekstrak bunga telang (Clitoria ternatea) dan melati (Jasminum sambac) sebagai biolarvisida ramah lingkungan. Kegiatan ini dilaksanakan di Universiti Putra Malaysia (UPM) pada tahun 2025 melalui tahapan persiapan (persiapan materi, pemilihan pembicara, dan registrasi peserta), pelaksanaan (seminar, diskusi interaktif, dan demonstrasi sederhana), serta evaluasi (peserta mengisi Google Form). Hasil kegiatan menunjukkan partisipasi aktif dengan lebih dari 80% peserta menilai kegiatan sangat bermanfaat, penyampaian jelas, dan pelaksanaan lancar. Edukasi ini tidak hanya menambah wawasan tentang inovasi pengendalian vektor berbasis tumbuhan tetapi juga memperkuat kolaborasi akademik internasional. Kesimpulannya, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini efektif meningkatkan pemahaman masyarakat tentang biolarvisida alami dan berpotensi dikembangkan sebagai strategi berkelanjutan dalam pengendalian vektor.





