Peningkatan Kapasitas Masyarakat untuk Mitigasi Bencana Pesisir di Desa Tungkal I, Kabupaten Tanjung Jabung Barat

Authors

  • Muhammad Hafidz Ibnu Khaldun Departemen Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan, Fakultas Peternakan, Universitas Jambi, Jambi, Indonesia
  • Putinur Putinur Departemen Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan, Fakultas Peternakan, Universitas Jambi, Jambi, Indonesia
  • Rahma Dini Arbajayanti Departemen Teknologi Hasil Perikanan, Fakultas Peternakan, Universitas Jambi, Jambi, Indonesia
  • Dwinda Pangentasari Departemen Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan, Fakultas Peternakan, Universitas Jambi, Jambi, Indonesia
  • Riris Roiska Departemen Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan, Fakultas Peternakan, Universitas Jambi, Jambi, Indonesia
  • Farhan Ramdhani Departemen Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan, Fakultas Peternakan, Universitas Jambi, Jambi, Indonesia
  • Yusyam Leni Departemen Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan, Fakultas Peternakan, Universitas Jambi, Jambi, Indonesia
  • Ainun Rohmawati Bareta Departemen Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan, Fakultas Peternakan, Universitas Jambi, Jambi, Indonesia
  • Rizky Janatul Magwa Departemen Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan, Fakultas Peternakan, Universitas Jambi, Jambi, Indonesia
  • Ilham Khaaliq Departemen Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan, Fakultas Peternakan, Universitas Jambi, Jambi, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.56742/jpm.v5i2.203

Keywords:

Abrasi; GIS; Mangrove; Mitigasi Bencana Pesisir; Partisipatif

Abstract

Kawasan Ekowisata Mangrove Pangkal Babu berpotensi sebagai kawasan wisata bahari sekaligus penahan abrasi pantai. Namun, meningkatnya dampak abrasi serta rendahnya tingkat keberhasilan rehabilitasi mangrove menunjukkan perlunya peningkatan kapasitas masyarakat dalam mitigasi bencana pesisir. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat pesisir dalam mengenali dinamika pantai, menentukan lokasi potensial penanaman mangrove, serta menggunakan teknologi Geographical Information System (GIS) untuk pemetaan perubahan garis pantai dan daerah rawan abrasi. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui kegiatan sosialisasi, diskusi kelompok terarah. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui wawancara dan observasi langsung terhadap peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan masyarakat terkait fungsi dan manfaat ekosistem mangrove, proses oseanografi penyebab abrasi dan akresi, serta teknik pemilihan lokasi penanaman mangrove. Program ini memberikan dampak positif terhadap keberlanjutan pengelolaan ekowisata mangrove sekaligus mendukung strategi pemerintah dalam percepatan rehabilitasi ekosistem pesisir berbasis masyarakat.

 

Downloads

Published

2026-02-26

How to Cite

Khaldun, M. H. I., Putinur, P., Arbajayanti, R. D., Pangentasari, D., Roiska, R., Ramdhani, F., Leni, Y., Bareta, A. R., Magwa, R. J., & Khaaliq, I. (2026). Peningkatan Kapasitas Masyarakat untuk Mitigasi Bencana Pesisir di Desa Tungkal I, Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Jurnal Pengabdian Meambo, 5(2), 342–348. https://doi.org/10.56742/jpm.v5i2.203