Penguatan Support System Keluarga Dalam Meningkatkan Self Awareness Anak Terhadap Dampak Kesehatan Akibat Pelecehan Seksual
DOI:
https://doi.org/10.56742/jpm.v5i1.210Keywords:
Anak; Pelecehan Seksual; Self AwarenessAbstract
Pelecehan seksual sering terjadi pada remaja perempuan bukan hanya kekerasan seksual, namun juga terdapat usikan seksual yang termasuk dalam kekerasan seksual secara tidak langsung, meliputi tersebut didominasi oleh perilaku yang merayu dan menggoda kaum perempuan untuk dapat memenuhi hasrat seksual kaum laki-laki. Tujuan pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan orang tua mengenai upaya pencegahan pelecehan seksual serta meningkatkan self-awareness, sikap, dan perilaku orang tua dalam mencegah terjadinya pelecehan seksual pada anak. Metode pengabdian masyarakat ini menggunakan pendekatan penyuluhan dengan sasaran para orang tua yang bekerja di berbagai profesi. Mitra kegiatan di Malaysia merupakan pekerja migran yang berjumlah sekitar 25 orang tua (ibu-ibu) yang memiliki anak usia sekolah dasar hingga sekolah menengah. program pengabdian masyarakat ini dilaksanakan melalui tiga tahap, yaitu tahap persiapan, tahap implementasi, serta tahap monitoring dan evaluasi. Hasil pelaksanaan pengabdian masyarakat di Malaysia yang melibatkan para orang tua, khususnya ibu-ibu yang tergabung dalam organisasi Muslimat NU, menunjukkan adanya peningkatan pemahaman mengenai pelecehan seksual. Sebelum kegiatan penyuluhan, tingkat pemahaman peserta tergolong rendah, namun setelah diberikan penyuluhan, pemahaman peserta meningkat menjadi baik. Sebelumnya memiliki 13% setelah menjadi 88%. Kesimpulan kepada pihak mitra agar kegiatan ini tetap berkelanjutan minimal adanya penyuluhan berkala dengan berkoordinasi dengan mitra kesehatan tentang Peran keluarga dalam meningkatkan self awareness anak tentang pelecehan seksual.





