Pemberdayaan Keluarga Melalui Edukasi Kesehatan Berbasis Budaya Lokal Untuk Mencegah Stunting Di Kelurahan Je'netaesa Maros
DOI:
https://doi.org/10.56742/jpm.v5i1.227Keywords:
Budaya Lokal; Edukasi Kesehatan; Pemberdayaan Keluarga; StuntingAbstract
Stunting masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat di Indonesia, khususnya di Sulawesi Selatan, dengan prevalensi yang dipengaruhi oleh praktik pemberian makan dan nilai budaya keluarga. Kondisi ini menuntut upaya pemberdayaan berbasis kearifan lokal agar perubahan perilau gizi dapat diterima dan berkelanjutan. Tujuan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan praktek kesehatan keluarga dalam pencegahan stunting melalui edukasi kesehatan berbasis budaya lokal. Kegiatan dilaksanakan di Kelurahan Je’netaesa Kabupaten Maros Sulawesi Selatan pada bulan Agustus 2025 dengan melibatkan 35 ibu balita. Tahapan kegiatan melalui persiapan (koordinasi dengan pemerintah setempat dan puskesmas), tahap pelaksanaan kegiatan yaitu pemberian edukasi, tahap monitoring dan evaluasi kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan sebagai besar persepsi budaya dan nilai kesehatan peserta dalam kategori tinggi (6.86%), terjadi perubahan pengetahuan peserta dari yang berpengetahuan kurang (57.14%) menjadi pengetahuan baik (100%). Simpulan: Edukasi kesehatan berbasis budaya lokal efektif meningkatkan kesadaran dan praktik kesehatan keluarga dalam pencegahan stunting serta memperkuat peran kader posyandu sebagai agen perubahan komunitas. Disarankan agar metode intervensi ini direplikasi diwilayah lain dengan karakteristik budaya serupa untuk mendukung keberlanjutan program penurunan stunting.





