Pengembangan Ekonomi Kreatif Berbasis Potensi Pesisir di Kelurahan Tondonggeu Kecamatan Nambo Kota Kendari
DOI:
https://doi.org/10.56742/jpm.v5i1.230Keywords:
Ekonomi Kreatif; Kelurahan Tondonggeu; Potensi Pesisir; Sampah PlastikAbstract
Kelurahan Tondonggeu, yang terletak di pesisir Kecamatan Nambo, memiliki kekayaan sumber daya alam dan hayati yang berlimpah, seperti hasil laut, ekosistem lamun, dan potensi wisata bahari. Namun, pemanfaatan potensi ini masih didominasi oleh kegiatan ekonomi tradisional yang nilai tambahnya rendah. Selain itu, permasalahan lain seperti permasalahan lingkungan berupa penumpukan sampah plastik dan sampah organik, dan pemanfaatan hasil laut yang kurang optimal menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat. Tujuan Kegiatan ini adalah untuk memberdayakan masyarakat pesisir untuk pengembangkan ekonomi kreatif berbasis potensi pesisir yang ramah lingkungan, memanfaatkan potensi lokal, dan menciptakan peluang usaha baru. Untuk mengatasi permasalahan yang ada di Kelurahan Tondoggeu maka beberapa program kerja telah dilaksanakan melalui beberapa tahapan yaitu sosialisasi dan diskusi mengenai tahapan-tahapan kegiatan/program, pembentukkan tim atau kelompok kerja dari mahasiswa untuk mendamping anggota kelompok nelayan, pengumpulan dan pemilahan sampah plastik dengan menyediakan wadah pengumpulnya, pengolahan sampah anorganik (botol plastik) menjadi produk bernilai jual, serta pelatihan pembuatan inovasi produk turunan dari ikan. Secara keseluruhan, kegiatan pengabdian ini berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan pesisir sekaligus menumbuhkan semangat wirausaha berbasis potensi lokal. Masyarakat tidak hanya memperoleh keterampilan baru, tetapi juga mampu mengubah limbah dan hasil laut menjadi produk bernilai ekonomi. Program ini membuktikan bahwa pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan kreatif dan berkelanjutan dapat memberikan dampak positif secara sosial, ekonomi, dan lingkungan.





