Peningkatan Kesadaran Masyarakat Terhadap Dampak Sampah Popok di Wilayah Hilir Kali Tangerang Melalui Edukasi dan Pendampingan
DOI:
https://doi.org/10.56742/jpm.v5i1.234Keywords:
Edukasi Lingkungan; Pemberdayaan Masyarakat; Pengelolaan Sampah Popok; Perilaku EkologisAbstract
Permasalahan sampah popok sekali pakai di wilayah hilir Kali Tangerang menunjukkan tren peningkatan yang signifikan dalam lima tahun terakhir, sejalan dengan meningkatnya jumlah rumah tangga muda di kawasan pesisir Kabupaten Tangerang. Data DLHK Banten tahun 2023 mencatat bahwa sampah domestik meningkat hingga 12.5%, dengan popok menyumbang 8–10% dari total timbulan sampah rumah tangga. Kondisi ini diperparah oleh rendahnya kesadaran masyarakat terkait dampak pencemaran limbah popok terhadap kualitas air sungai, kesehatan lingkungan, dan risiko penyakit berbasis lingkungan seperti diare dan dermatitis pada anak. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini dilaksanakan di Desa Bojong Renget, Kecamatan Teluknaga, dengan melibatkan 50 warga yang terdiri dari ibu rumah tangga dan kader lingkungan. Program ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan praktik pengelolaan sampah popok melalui pendekatan edukasi, pendampingan, dan demonstrasi teknik pemilahan dan pemanfaatan residu popok. Metode yang digunakan meliputi edukasi interaktif, simulasi praktik, diskusi kelompok, dan aksi pemetaan masalah berbasis komunitas. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kesadaran warga, terbentuknya komitmen kolektif dalam pengelolaan sampah, serta munculnya kader lokal sebagai agen perubahan lingkungan. Selain itu, peserta melaporkan peningkatan pemahaman sebesar 78% berdasarkan survei akhir. Program ini menunjukkan bahwa edukasi berbasis komunitas berpotensi mendorong perubahan perilaku dan membangun budaya pengelolaan sampah berkelanjutan di tingkat rumah tangga dan masyarakat.





