Implementasi Program Kader TBC Rumah Tangga Dalam Peningkatan Pemahaman Kepatuhan Minum Obat di Kelurahan Margasari
DOI:
https://doi.org/10.56742/jpm.v5i1.245Keywords:
Implementasi Program; Kader Rumah Tangga; Pemberdayaan Masyarakat; TBCAbstract
Kepatuhan pengobatan yang rendah berdampak pada kegagalan terapi, meningkatnya kasus TBC resisten obat, serta tingginya beban ekonomi keluarga. Pembentukan kader TBC rumah tangga merupakan salah satu strategi pemberdayaan masyarakat untuk memperkuat pemantauan, edukasi, dan dukungan minum obat pada pasien TBC. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kepatuhan minum obat pada pasien TBC melalui pemahaman kader rumah tangga TBC di Kelurahan Margasari. Metode yang digunakan dengan memberikan penyuluhan kepada kader rumah tangga mengenai TBC dengan menggunakan leaflet dan memberikan buku saku terkait kepatuhan minum obat. Kegiatan ini juga menggunakan kuesioner pre-test and post-test untuk mengetahui peningkatan pemahaman tentang TBC ini. Responden sebanyak 12 responden yang memiliki keluarga yang terkena TBC di Kelurahan Bugel, Kota Tangerang. Implementasi program kader TBC rumah tangga berjalan dengan baik, ditandai oleh peningkatan pemahaman kader TBC rumah tangga dari sebelum diberikan penyuluhan yang memiliki pemahaman kurang sebanyak 7 responden (58.3%) dan cukup sebanyak 5 responden (41.7%). Setelah diberikan penyuluhan yang berada pada kategori kurang hanya 1 responden (8.3%) dan cukup sebanyak 11 responden (91.7%). Kesimpulan pengabdian masyarakat ini mampu meningkatkan pemahaman kader TBC rumah tangga di Kelurahan Bugel. Penguatan pemantauan kader rumah tangga, dukungan logistik, dan kolaborasi lintas sektor diperlukan untuk menjaga keberlanjutan program dan meningkatkan kualitas pengendalian TBC berbasis keluarga.





