Pencegahan Karies Gigi Balita Stunting melalui Program “SKIDUDAM” di Wilayah Kerja Puskesmas Anak Air, Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat
DOI:
https://doi.org/10.56742/jpm.v5i2.251Keywords:
Balita; Karies Gigi; Pencegahan; StuntingAbstract
Prevalensi balita stunting di Indonesia menempati peringkat kelima tertinggi dari 81 negara di dunia yaitu sebanyak 7.547.000 anak. Prevalensi stunting di Kota Padang juga tercatat tinggi yaitu sebanyak 18.9% dan prevalensi di puskesmas Anak Air sebesar 9.24% yang merupakan peringkat ketiga tertinggi di Kota Padang. Selain itu, permasalahan lainnya adalah tingginya prevalensi karies gigi di Kota Padang yaitu mencapai 36.71%. Stunting dan karies gigi memiliki hubungan yang erat. Tujuan pengabdian yaitu untuk mendeteksi dini, memberikan edukasi dan pendampingan pada orang tua balita stunting yang memiliki karies gigi di wilayah kerja puskesmas Anak Air, Kota Padang. Kegiatan ini dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Anak Air, Padang, Sumatera Barat pada tanggal 9-18 April 2025 yang mencakup 6 tahap meliputi sosialisasi, skrining stunting, skrining karies gigi, edukasi dan evaluasi, pendampingan dan evaluasi dan keberlanjutan program. Hasil skrining menunjukkan sebanyak 217 balita terindikasi stunting, edukasi dilakukan pada 41 orang tua balita stunting. Pengetahuan orang tua menjadi lebih baik setelah dilakukan edukasi. Selanjutnya dijumpai sebanyak 26 balita stunting menderita karies gigi dan diberi pendampingan mengenai kondisi dan cara memelihara kesehatan gigi dan mulut. Simpulan dari kegiatan ini yaitu terdapat peningkatan pengetahuan dan kemampuan orang tua dalam melakukan pembersihan gigi dan mulut anak dengan baik.





