Peningkatan Pengetahuan Masyarakat Tentang Keluarga Berencana Melalui Edukasi dan Konseling
DOI:
https://doi.org/10.56742/jpm.v5i2.252Keywords:
Edukasi; Keluarga Berencana; Konseling; Kontrasepsi; WUSAbstract
Program Keluarga Berencana (KB) merupakan upaya strategis pemerintah dalam mengendalikan pertumbuhan penduduk dan meningkatkan kualitas hidup keluarga. Namun, masih banyak masyarakat, terutama Wanita Usia Subur (WUS), yang memiliki pengetahuan terbatas tentang metode kontrasepsi, manfaat KB, dan risiko kehamilan yang tidak direncanakan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai KB melalui edukasi dan konseling di Posyandu Melati, Desa Talaga, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan edukatif dan partisipatif melalui kegiatan penyuluhan, diskusi interaktif, permainan edukatif, serta konseling personal. Evaluasi dilakukan dengan pretest dan posttest untuk mengukur tingkat pengetahuan peserta. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan, di mana kategori kurang menurun dari 38.9% menjadi 13.9%, kategori cukup meningkat dari 44.4% menjadi 52.8%, dan kategori baik meningkat dari 16.7% menjadi 33.3%. Kegiatan ini membuktikan bahwa edukasi dan konseling merupakan strategi efektif untuk meningkatkan literasi KB di masyarakat dan mendukung keberhasilan program nasional pengendalian penduduk.





