Program ACROMION AMSA UHO: Integrasi Skrining Gizi dan Edukasi PHBS berbasis Komunitas untuk Peningkatan Kesehatan Anak di Wilayah Pesisir
DOI:
https://doi.org/10.56742/jpm.v5i2.259Keywords:
Masyarakat Pesisir; PHBS; Skrining Antropometri; Status GiziAbstract
Masalah gizi di masyarakat pesisir, khususnya stunting dan malnutrisi, memerlukan intervensi komprehensif yang mengintegrasikan skrining gizi dan edukasi kesehatan. Program ACROMION oleh AMSA Universitas Halu Oleo mengimplementasikan inisiatif HEART (Hygiene and Nutrition: The Foundation of Health and Active Children) yang menargetkan anak usia sekolah di wilayah pesisir Kelurahan Nambo. Pengabdian masyarakat ini bertujuan melakukan skrining status gizi dan meningkatkan pemahaman tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta gizi seimbang. Program dilaksanakan pada 11 Januari 2025 di Kantor Kelurahan Nambo menggunakan metode edukasi talk show, games edukatif, pemeriksaan antropometri (berat badan, tinggi badan, IMT), kuisioner pre-post test, serta praktik cuci tangan dan sikat gigi. Hasil menunjukkan 39 anak sekolah dasar berpartisipasi dengan peningkatan pengetahuan signifikan dari tingkat pre-test yang rendah. Skrining antropometri mengungkapkan distribusi IMT bervariasi antar kelompok usia, mengindikasikan status gizi beragam yang memerlukan perhatian lebih lanjut. Praktik cuci tangan dan sikat gigi diikuti dengan antusias oleh peserta. Program skrining dan edukasi ini berhasil meningkatkan pengetahuan anak-anak dan orang tua tentang PHBS dan gizi seimbang, menunjukkan bahwa deteksi dini melalui skrining antropometri sangat penting untuk mencegah malnutrisi pada anak di wilayah pesisir.





