Peningkatan Literasi Keuangan Untuk Penguatan Kapasitas Ekonomi Masyarakat Desa Tanjung Bunga Konawe Utara
DOI:
https://doi.org/10.56742/jpm.v5i1.260Keywords:
Literasi; Keuangan; Kapasitas; Ekonomi; MasyarakatAbstract
Provinsi Sulawesi Tenggara, yang menurut Strategi Nasional Literasi Keuangan Indonesia (SNLIK) 2022 hanya mencapai 31.95%, termasuk salah satu yang terendah di Indonesia. Hal ini menunjukkan adanya kesenjangan yang signifikan, terutama di wilayah pesisir dan komunitas UMKM mikro seperti yang ada di Konawe Utara. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan produk keuangan legal, termasuk tabungan, KUR (Kredit Usaha Rakyat), asuransi mikro, dan koperasi resmi, yang penting untuk mendorong masyarakat pesisir agar lebih mengenal dan memanfaatkan layanan keuangan formal. Kegiatan utama meliputi edukasi, pelatihan, dan pendampingan literasi keuangan yang bertujuan untuk membantu masyarakat mengelola pendapatan dengan lebih baik, meningkatkan kesadaran menabung, serta menghindari pinjaman ilegal. Hasil yang dicapai dalam kegiatan ini menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam pemahaman literasi keuangan masyarakat. Peserta dapat memahami konsep dasar pengelolaan keuangan, seperti pencatatan, perencanaan, dan pengambilan keputusan keuangan yang bijak. Mereka juga mampu menyusun anggaran rumah tangga dan usaha dengan lebih terstruktur, serta mengenal produk keuangan yang legal, yang pada akhirnya mendorong mereka untuk mulai mengakses layanan keuangan tersebut.. Kegiatan pengabdian ini telah memberikan dampak positif terhadap ketahanan ekonomi masyarakat dan keberlanjutan usaha lokal di Desa Tanjung Bunga, dengan harapan dapat memperkuat kapasitas ekonomi masyarakat pesisir, pertanian, dan UMKM di Konawe Utara.





