Wujudkan Generasi Emas Papua Barat Daya: Edukasi Pencegahan Stunting pada Masyarakat Adat Pesisir Kampung Kokoda, Kota Sorong

Authors

  • Adius Kusnan Departemen Keperawatan, Fakultas Kedokteran, Universitas Halu Oleo, Kendari, Indonesia
  • Jamaluddin Jamaluddin Departemen Kardiologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Halu Oleo, Kendari, Indonesia
  • Suryani As’ad Departemen Ilmu Gizi Klinik, Fakultas Kedokteran, Universitas Hasanuddin, Makassar, Indonesia
  • I Putu Sudayasa Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Universitas Halu Oleo, Kendari, Indonesia
  • Nur Upik En Masrika Departemen Biomedik, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Khairun, Ternate, Indonesia;
  • Liasari Armaijn Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Khairun, Ternate, Indonesia
  • Rahmawati Silava Departemen Kedokteran Dasar, Fakultas Kedokteran, Univerversitas Papua, Sorong, Indonesia
  • Yunita Tri Wahyuni Departemen Kedokteran Dasar, Fakultas Kedokteran, Univerversitas Papua, Sorong, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.56742/jpm.v5i2.283

Keywords:

1000 Hari Pertama Kehidupan; Gizi Seimbang; Masyarakat Pesisir; Pengabdian Masyarakat; Stunting

Abstract

Stunting masih menjadi permasalahan gizi yang serius di Provinsi Papua Barat Daya dengan prevalensi 34,6%, jauh melampaui rata-rata nasional 21.6%. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat Kampung Kokoda tentang pencegahan stunting melalui edukasi gizi berbasis 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 7 Februari 2026 dalam rangka Program Kolaborasi Nasional Asosiasi Institusi Pendidikan Kedokteran Indonesia (AIPKI) oleh civitas akademika Fakultas Kedokteran Universitas Halu Oleo (FK UHO) Kendari. Narasumber adalah Prof. Dr. dr. Suryani As'ad, Sp.GK, pakar gizi klinis terkemuka dari Universitas Hasanuddin. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan kesehatan interaktif, diskusi, pemeriksaan kesehatan dasar, dan konseling gizi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta yang signifikan tentang pentingnya 1000 HPK, faktor risiko stunting, pola makan bergizi seimbang, dan pemberian ASI eksklusif. Masyarakat menunjukkan antusiasme tinggi dengan partisipasi aktif dalam tanya jawab, terutama terkait MPASI dan bahan makanan lokal bergizi. Edukasi berbasis komunitas melalui kolaborasi nasional AIPKI terbukti efektif dalam meningkatkan literasi gizi masyarakat terpencil sebagai upaya mewujudkan Generasi Emas Papua Barat Daya.

Downloads

Published

2026-05-08

How to Cite

Kusnan, A., Jamaluddin, J., As’ad, S., Sudayasa , I. P., Masrika, N. U. E., Armaijn, L., Silava , R., & Wahyuni , Y. T. (2026). Wujudkan Generasi Emas Papua Barat Daya: Edukasi Pencegahan Stunting pada Masyarakat Adat Pesisir Kampung Kokoda, Kota Sorong. Jurnal Pengabdian Meambo, 5(2), 472–478. https://doi.org/10.56742/jpm.v5i2.283