Pengenalan Sistem Organ dan Mikroskop pada Siswa Sekolah Dasar melalui Pemanfaatan Laboratorium Biomedik Fakultas Kedokteran
DOI:
https://doi.org/10.56742/jpm.v5i2.307Keywords:
Experiential Learning; Laboratorium; Literasi Sains; Manikin; MikroskopAbstract
Pembelajaran sains di tingkat sekolah dasar menghadapi tantangan mendasar berupa keterbatasan fasilitas laboratorium dan dominasi metode konvensional yang berpusat pada guru, yang berdampak pada rendahnya literasi sains dan minat belajar. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengatasi permasalahan tersebut pada SD Islam Terpadu Al Qalam Kendari Sekolah mitra yang, berdasarkan koordinasi awal, teridentifikasi tidak memiliki laboratorium IPA fungsional, alat peraga anatomi, maupun mikroskop melalui kunjungan edukatif terintegrasi di Laboratorium Biomedik Fakultas Kedokteran Universitas Halu Oleo, Kendari. Program dilaksanakan pada November 2024, melibatkan 113 siswa kelas IV–VI (usia 9–12 tahun) dan 10 guru yang dibagi ke dalam 13 kelompok kecil. Dua sesi terintegrasi dilaksanakan dengan pendekatan experiential learning: (1) pengenalan sistem organ manusia menggunakan alat peraga manikin tiga dimensi; serta (2) pengenalan prinsip kerja, jenis, dan teknik penggunaan mikroskop melalui demonstrasi dan pengamatan preparat. Ketercapaian program dipantau menggunakan lembar observasi keterlibatan, kuis lisan interaktif sebagai asesmen formatif, dan lembar respons singkat peserta. Temuan kualitatif dan observasional mengindikasikan partisipasi aktif yang tinggi, antusiasme yang terjaga, serta tumbuhnya minat situasional terhadap sains dan bidang biomedis-kedokteran. Mengingat desain yang bersifat deskriptif, temuan ini perlu dimaknai sebagai indikasi, bukan efek yang terukur.





