Pelayanan Kesehatan Kulit Berbasis Komunitas untuk Meningkatkan Kesehatan Masyarakat Nelayan di Bagan Deli
DOI:
https://doi.org/10.56742/jpm.v6i1.323Keywords:
Deteksi Dini; Kualitas Hidup; Masyarakat Pesisir; Nelayan; Penyakit KulitAbstract
Penyakit kulit merupakan salah satu masalah kesehatan yang banyak dijumpai pada masyarakat pesisir, khususnya nelayan, akibat tingginya paparan sinar matahari, air laut, kelembapan, dan kondisi lingkungan kerja yang berisiko. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mendeteksi penyakit kulit yang dialami masyarakat nelayan serta mengidentifikasi dampaknya terhadap kualitas hidup. Kegiatan dilaksanakan pada 27 Juli 2024 di Kelurahan Bagan Deli, Kecamatan Medan Belawan, melalui pemeriksaan kesehatan kulit, pemberian terapi medikamentosa dan nonmedikamentosa, edukasi kesehatan, serta pengukuran kualitas hidup menggunakan Dermatology Life Quality Index (DLQI). Sebanyak 73 masyarakat mengikuti kegiatan ini dengan kelompok usia dewasa sebagai peserta terbanyak. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa miliaria merupakan diagnosis yang paling banyak ditemukan (42%), diikuti skabies (11%) dan beberapa penyakit kulit lainnya. Hasil pengukuran DLQI menunjukkan bahwa 64% peserta menyatakan penyakit kulit yang dialami memberikan pengaruh besar terhadap kualitas hidup. Kegiatan ini berhasil mengidentifikasi pola penyakit kulit yang dominan pada masyarakat pesisir sekaligus memberikan pelayanan kesehatan dan edukasi yang bermanfaat bagi masyarakat.





